oleh

Virus Omicron Makin Mengkhawatirkan, Ini Pesan Dewan kepada Pemerintah

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat kebijakan tepat mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Pasalnya, Omicron di Indonesia terus mengalami kenaikan dan disebut memiliki daya penularan yang lebih cepat ketimbang varian delta yang tentu saja mengkhawatirkan.

“Varian omicron ini sangat agresif, sudah mengkhawatirkan dan cepat menyebar. Pemerintah harus mempersiapkan segala sesuatu,” kata Saleh kepada PojokSatu.id, Selasa (4/1/2021).

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, jika pemerintah lambat mengambil langkah untuk mengantisipasi Omicron, maka dikhawatirkan terjadi lonjakan kasus baru.

“Antisipasi harus dilakukan sekarang. Jika tidak, diperkirakan akan terjadi lagi peningkatan dalam beberapa waktu ke depan,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Saleh, banyak masyarakat melakukan liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berpotensi terjadinya kasus baru Omicron.

Kendati demikian, anak buah Zulkifli Hasan itu optimis Indonesia bisa mengantisipasi virus Omicorn tersebut.

“Namun kita tetap optimis. Sebab, tahun lalu kita belum divaksin. Sekarang, warga kita sudah banyak ydivaksin. Semoga mampu meningkatkan imunitas melawan varian baru ini,” pungkas Saleh.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan kasus positif virus omicron di Indonesia mencapai 152 per hari ini, Senin (3/2).

Bertambah 16 kasus dari beberapa hari sebelumnya.

Dari total kasus tersebut, 6 di antaranya berasal dari transmisi lokal, sementara sebagian besar sisanya dibawa dari luar negeri atau imported case.

Sebanyak 34 dari 152 pasien Covid-19 yang terpapar varian Omicron sudah sembuh.

Selain itu, lebih dari setengah jumlah pasien Omicron yang teridentifikasi tidak mengalami gejala serius. Sementara, pasien lainnya hanya mengalami gejala sakit ringan.

“23 persen atau 34 orang sudah sembuh dan sudah kembali ke rumah,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (3/1).

Karena itu, pemerintah kembali memperpanjang PPKM baik di Jawa-Bali maupun di luar Jawa-Bali selama dua pekan ke depan.

PPKM akan berlaku sepanjang 4 hingga 17 Januari mendatang. Sejauh ini, sudah tidak ada daerah yang menerapkan PPKM Level 4. (muf/pojoksatu)

Komentar

News Feed