oleh

Vaksin SD Diwarnai Drama, Takut  Jarum Suntik Hingga Meraung

Prabumulihpos.co.id – Meskipun para siswa sudah sering mendapatkan suntikan vaksin, seperti vaksin campak dan rubella. Namun saat mendapatkansuntikan vaksin covid-19 beberapa siswa penuh drama hingga memakan waktu, dan pada akhrinya ditunda lantaran banyak siswa yang mengantri.

Hal ini seperti terjadi di SDN 39 Prabumulih, siswa atas nama Vilio siswa kelas 2 SDN 39 Prabumulih, harus ditunda hingga bisa menerima suntikan vaksin di lain waktu. “Siswa yang lain ngantri masih banyak, jadi lantaran memberikan ketenangan pada Vilio, pelaksananaan suntikan vaksin dilanjutkan dengan siswa lainya yang sudah lama mengantri,” ujar Wakil Kepala sekolah SDN 39 Prabumulih, Ratna SPd, Kamis (6/1/2022).

Dari jumlah sebanyak 472 orang, rata rata bersedia disuntik vaksin jenis sinovac yang dijadwalkan dalam satu hari kemarin. Namun wanita ini mengatakan, tidak akan bisa mencapai angka 100 persen. Karena kemungkinan yang sakit, tidak mau divaksin dan tidak ada izin dari orang tua juga ada.

“Selain itu jadwal juga mendadak, persetujuan orang tua tidak ada jeda. Jadi kami sebagai guru memfasilitasi petugas dari Polres Prabumulih, dan meskipun Kepsek tidak bisa hadir karena dalam keadaan sakit, namun seluruh guru di SDN 39 Prabumulih bertanggung jawab untuk mensukseskan pelaksanaan penyuntikan vaksin,” bebernya.

Sementara tekhnis pelaksanaan penyuntikan vaksin dibagi pagi dan siang, sesuai jadwal siswa datang ke sekolah. Sebagai sekolah yang dengan kondisi kekuarangan ruang kelas, maka sekolah yang beralamat di Kelurahan Gunung Ibul Kemcatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih ini, terpaksa harus masuk double shift pagi dan siang.

“Jadi pagi hari waktunya penyuntikan vaksin siswa kelas 1, kelas5 kelas 6 dan kelas 2, sedangkan siang adalah jadwal kelas 3 dan 4.  SDN 39 memiliki 16 rombongan belajar (Rombel) sedangkan ruang kelas hanya 7, jadi dengan jumlah yang cukup banyak sehingga harus masuk pagi dan siang,” tandasnya.

Sementara di SDN 38 Prabumulih, berdasarkan info dari petugas Kesehatan Polres Prabumulih, Riska didampingi Neriza Elviane S relawan vaksin Dari Prabumulih, ada tiga orang siswa penuh drama ada yang menangis ada yang tidak mau di suntik hingga meraung raung, bahkan ada yang takut saat didekatkan dengan jarum suntik.

“Ada 3 orang yang penuh drama dikelas rendah dan kelas tinggi, namun Alhamdulillah pada akhirnya semuanya tetap bisa divaksin berkat dukungan keluarga dan petugas yang berhasil membujuk, bahkan pak kapolres juga meberikan bingkisan bagi para siswa sasaran vaksin usia 6-12 tahun,” tambahnya.(05)

Komentar

News Feed