oleh

Transformasi Energi, Wujudkan Produksi Migas 1 Juta BOPD dan 12 BSCFD

//Kelola 17 Lapangan Migas, Produksi Naik 25.830 BOPD dan 512,48 MMSCFD

PRABUMULIH – Mewujudkan 1 juta Barel Oil Per Day (BOPD) minyak dan 12 Bilion Standar Cubic Per Day (BSCFD) gas hingga 2030, juga ketahanan energi nasional berbagai upaya dilakukan PT Pertamina (Persero) selaku holding company. Caranya, membentuk sub holding company, salah satunya subholding upstrem yaitu Pertamina Hulu Energi (PHE).

PHE sendiri mengkordinir beberapa entitas di bawahnya dan dibagi sesuai wilayah kerja dan regionalnya.

Kalau dahulunya, bernama Pertamina EP (PEP) Asset 2 di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) dan hanya mengelola 4 lapangan saja. Meliputi Prabumulih Field, Adera Field, Pendopo Field, dan Limau Field. Target produksi minyak hanya 17.775 BOPD dan gas 329 MMSCFD saja. Kegiatan PEP Asset 2 ini merupakan kegiatan operasi hulu migas, guna menunjang produksi migas memenuhi kebutuhan energi nasional.

Kini, PEP Asset 2 sudah bertransformasi menjadi Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 sejak 1 April 2021 silam.

General Manager PHR Zona 4, Akhmad Miftah menerangkan, kalau sekarang ini seiring transformasi PEP Asset 2 menjadi PHR Zona 4 tidak lagi hanya mengelola 4 lapangan saja. Tetapi, menjadi 6 lapangan sendiri (own operation). Meliputi; Prabumulih Field, Limau Field, Adera Field, Pendopo Field, Ramba Field, Ogan Komering dan Raja Tempirai Field.

“Juga mengelola 2 lapangan non-operator, yaitu Corridor dan Untisasi Suban. Termasuk juga bekerja sama dengan 9 lapangan Kerja Sama Operasi (KSO). Antara lain; KSO Bass Oil Sukananti, KSO Formasi Sumatra Energi, KSO Green Word Nusantara K, KSO Techwin Benakat Timur, KSO Indrillco Hulu Energy, KSO Petro Enim Betun Selo, KSO Energy Tanjung Tiga, KSO Gunung Kampung Minyak, dan KSO Qei Loyak Talang Gula. Potensi 17 lapangan inilah, kita optimalkan guna mendongkrak target produksi migas di wilayah PHR Zona 4,” beber Akhmad Miftah, Rabu (16/6/2021).

Kata orang nomor satu di PHR Zona 4 ini, seiring penambahan lapangan produksi minyak dan gas (migas). Tentunya, target jumlah produksi migas juga mengalami kenaikan. Kini target produksi mencapai 25.830 BOPD minyak dan 512,48 MMSCFD gas.

“Guna menunjang dan mencapai target produksi migas pada 2021 ini, PHR Zona 4 telah merencanakan sebanyak 37 sumur pengembangan. Dan, 8 sumur telah dikerjakan pengeborannya. Lalu, 26 sumur workover. Selanjutnya, juga sebanyak 285 sumur well intervention. Berbagai upaya dilakukan, target produksi migas bisa terpenuhi,” terangnya.

Ucapnya, 8 sumur tersebut adalah BNG-A1 (Adera Field, PALI), AJDJ-113X, GRH-29X, dan GRH-30X (Ogan Komering & Raja Tempirai Field, Ogan Komering Ulu), SPA-DZ5, SPA-DZ4, dan MSI-TAF2 (Pendopo Field, Musi Rawas), serta BEL-P1 (Limau Field, Muara Enim). Dari 8 sumur tersebut, dihasilkan tambahan produksi minyak sebesar 1.533 barel per hari (BOPD) dan gas 2,01 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

“2020 lalu, kami mengebor 16 sumur pengembangan, 28 kerja ulang (workover), dan 255 pekerjaan pemeliharaan sumur (well intervention),” rincinya.

PHR Zona 4, ujar Miftah bagian dari PHR Regional 1, di Zona 4 ini tidak hanya mengelola beberapa wilayah kerja PEP saja. Tetapi, juga mengelola PHE. “Kegiatan PHR Zona 4, tidak hanya berfokus pada kegiatan hulu migas saja. Tetapi, juga berorientasi pada program Corporate Social Responsility (CSR). Guna menunjang kelancaran proses produksi di wilayah kerjanya. Menyasar program pembangunan, pendidikan, ekonomi, sosial budaya, kesehatan, dan lain-lainnya. Setiap tahunnya, miliaran rupiah dikucurkan lewat program CSR di wilayah kerja PHR Zona 4 termasuk tahun ini,” sebutnya.

Di tengah pandemi, membantu Pemerintah setempat. PHR Zona 4, juga ikut berperan aktif mengatasi penanganan dan penanggulangan Covid-19 ini. “Selama pandemi Covid-19, PHR Zona 4 ikut membantu. Berupa pemberian sembako kepada warga terdampak Covid-19. Baik itu, secara kesehatan maupun secara ekonomi karena kehilangan pekerjaan dan warga prasejahtera. Karena, bantuan sembako diberikan dalam beberapa kali kesempatan dan didistribusikan kepada warga di sekitar wilayah kerja PHR Zona 4,” terangnya.

Selain itu, PHR Zona 4 juga terlibat dalam pengembangan masyarakat. “Beberapa program akan dilaksanakan di tahun 2021, antara lain beasiswa non-ikatan dinas untuk sekolah lanjutan di Akamigas Palembang, pemberdayaan kelompok tani dan tanaman obat keluarga (TOGA), pelatihan berbasis kebutuhan masyarakat, serta konservasi lingkungan bekerja sama dengan BKSDA Sumsel. Di samping itu, terdapat program penanggulangan pandemi Covid-19 dan program antisipasi terhadap bencana alam” terang Miftah.

Sementara itu, Manager Comunication Relations and CID Region 1 PHR, Handri Ramdhani menjelaskan, PHR Region 1 menangani produksi migas di Sumatera.

“Wilayah Region 1, meliputi Zona 1 yaitu Zona 1 terdiri atas sejumlah wilayah kerja eks PEP dan PHE, yaitu NSO, NSB, Rantau, Pangkalan Susu, West Glagah, Siak, Kampar, Lirik, CPP, Jambi, Jambi Merang, Jabung, dan Kakap. Sedangkan, Zona 2 dan 3 merupakan wilayah kerja terminasi Chevron karena telah berakhir masa kontrak kerjanya. Khususnya, mengelola blok Rokan sumber migasnya sangat besar. Dan, jelas bisa menambah produksi migas guna mewujudkan 1 juta BOPD dan 12 BSCFD target telah ditetapkan PT Pertamina (Persero). Dan, terakhir Zona 4 berupa eks PHE Ogan Komering, PHE Raja Tempirai, dan PHE Corridor serta eks PEP Asset 2 plus Ramba Field eks PEP Asset 1. Zona 4 sendiri, kantor pusatnya tetap di Eks PEP Asset 2 berada di Prabumulih,” jelasnya.

Sambungnya, transformasi PEP ke PHR ataupun PEP Asset 2 ke PHR Zona 4 memang sangat penting dalam rangka efektifitas dan efesien. “Guna mewujudkan produksi migas lebih optimal dan maksimal. Tujuan akhirnya, mewujudkan 1 juta BOPD dan 12 BSCFD,” sebut Handri.

Handri menambahkan, total target produksi migas PHR Region 1 tahun ini 109.33 MBOPD minyak dan 738.24 MMSCFD gas. Meliputi; target PHR Zona 1 25.50 MBOPD minyak dan 219.97 MMSCFD gas, PHR Zona 2 dan Zona 3 57.44 MBOPD minyak dan 5.96 MMSCFD gas. “Sedangkan, PHR Zona 4 26.38 MBOPD minyak dan 512.31 MMSCFD gas,” rincinya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagsel, Anggono Mahendrawan mengatakan, SKK Migas mendukung kegiatan pengeboran dilakukan PHR Zona 4. “Program pengeboran ini memperlihatkan tekad Pertamina terus mempertahankan tingkat produksi di Sumatra Bagian Selatan. Upaya ini juga merupakan bagian upaya SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam merealisasikan pencapaian target produksi minyak 1 juta BOPD dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030, juga dapat terwujud atas dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di daerah,” katanya.

“Mengejar target 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) atau setara 3,2 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) pada 2030, SKK Migas dan KKKS secara nasional meningkatkan jumlah kegiatan pengeboran sumur pengembangan sebanyak 616 sumur, peningkatan hal ini sangat masif bila dilihat dari pertambahan 364 pengeboran sumur atas realisasi 2020 sebesar 252 sumur. Sumatera adalah salah satu tulang punggung produksi migas nasional di 2021 dan menuju target 2030, dimana 5 provinsi di Sumatera Bagian Selatan berkontribusi sekitar 10% target produksi minyak bumi nasional dan sekitar 30% target produksi gas bumi nasional,” ujar Anggono. (03)

Komentar

News Feed