oleh

Sucai Kembali Dibui, Akibat Narkoba

PRABUMULIH – Tiga kali masuk penjara, terlibat narkoba tidak membuat Sucai alias Alfarizi kapok. Nah, Senin lalu (20/9/2021), Sucai kembali ditangkap di kediamannya Perum Vina Sejahtera RT 05/ RW 08 Keluraha  Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur dilakukan Tim Silent Wolf Unit 2 Satres Narkoba.

Dari tangannya, disita sejumlah barang bukti berupa; 2 paket klip bening narkotika jenis Sabu seberat bruto 0,42 gram. 1 buah pirek kaca berisi narkotika jenis sabu seberat 1,39 gram. 1 helai celana jeans warna biru. 1 buah sekop terbuat dari kertas timas rokok. Dan, 1 buah HP merk Samsung warna coklat.

Informasi dihimpun awak media dari sumber kepolisian menyebutkan, kronologis penangkapan berawal Tim Opsnal melakukan penyelidikan terhadap informasi di Perum Vina Sejahtera Keluraham Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur sering menjual/mengkonsumsi narkotika jenis sabu – sabu,  menindak lanjuti informasi tersebut Kasatres Narkoba AKP Yulia Farisda bersama KBO Ipda Rudi Hartono dan Tim Opsnal Silent Wolf Unit 2 dikatimi Bripka Ariel Ganteng langsung melakukan penyelidikan dan mendatangi TKP dan langsung mengedor pintu rumah tersangka.

Setelah tersangka diamankan, lalu Anggota Satres Narkoba memanggil RT setempat menyaksikan penggeledahan badan dan dalam rumah, ditemukan barang bukti narkotika di dalam kamar belakang dibawah kasur sebanyak 1 paket, 1 paket di dalam celana jeans warna biru seberat 0,42 gram, 1 buah pirek yang berisi narkotika jenis sabu seberat 1,39 gram. Kemudian pelaku berikut barang bukti diamankan dan dibawa ke Polres Prabumulih guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SH SIk MH melalui Kasatres Narkoba, AKP Yulia Farida SH mengatakan, kalau tersangka merupakan Target Operasi alias TO.

“Statusnya kurir, ini 4 kali terjerat narkoba. Sehingga, tersangka merupakan resedivis kambuhan kasus narkoba,” jelasnya.

Akunya, tersangka dijerat UU No 35/2009 tentang narkotika dan Psikotropika. “Ancamanya, di atas 5 tahun penjara. Tersangka, tengah menjalani proses hukumnya,” tutupnya. (03)

Komentar

News Feed