oleh

Ridho Yahya : Lupakan Perbedaan, Golkar yang Paling Utama

Prabumulihpos.co.id – Pasca penetapan Bupati Musi Banyuasin dan sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan, H Dodi Reza Alex Noerdin, sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR Muba oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Walikota Prabumulih sekaligus Ketua DPK Kosgoro 1957 Sumsel, Ir H Ridho Yahya, turut angkat bicara.

Kader partai berlambang pohon beringin itu mengaku prihatin, dengan kondisi partai yang mengusungnya sejak dirinya mencalonkan diri sebagai wakil walikota sampai dengan dua kali pencalonannya sebagai Walikota tersebut.

“Kita prihatin dengan Golkar saat ini, karena benar-benar badai yang sangat dahsyat mulai dari pusat pak Aziz juga ini sesuatu yang diluar prediksi kita bersama,” ungkapnya ketika diwawancarai wartawan, di kantor pemkot Prabumulih, Senin (18/10/2021).

Meski mengaku prihatin Ridho merasa yakin, Golkar dapat bertahan bahkan dapat tumbuh lebih maju dari saat ini.  “Aku yakin Golkar sudah terbiasa menghadapi badai-badai besar, waktu reformasi juga tapi Golkar tetap bisa maju,” tuturnya.

Oleh karena itu Ridho selaku kader Golkar mengajak seluruh kader Golkar, untuk bersama-sama menghilangkan perbedaan bersatu untuk membesarkan Partai Golkar. “Mari kita bersama yang selama ini ada berseberangan, saat ini kita penting hilangkan perbedaan tapi Golkar yang paling utama itu harapan kita. Apalagi sebentar lagi kita akan Pileg, akan pilpres akan pilkada tentunya kita berharap meski kita tidak mendominasi seperti dahulu paling tidak masuk tiga besar lah jangan sampai Golkar jadi anjlok,” ucapnya.

“Kuncinya lupakan perbedaan, mari kita bersatu Golkar adalah segala-galanya itu harapan kita kepada seluruh teman-teman (kader Golkar) yang ada di Sumsel, jadi ego pribadi itu hilangkan dulu disaat-saat seperti ini,” imbuhnya.

Ditanya apakah akan ada pertemuan antar pengurus partai Golkar, Ridho menuturkan nantinya akan ada penunjukan pelaksana tugas (PlT) Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumsel oleh pengurus pusat. “Akan diangkat Plt dari jakarta, sikap kita akan memberikan masukan agar segera mengumpulkan kader partai golkar,” kata Ridho.

Sementara ketika ditanya bagaimana kalau dirinya ditunjuk sebagai Ketua DPD Golkar Sumsel, Ridho mengaku belum memikirkan hal tersebut. Menurut Ridho saat ini yang paling penting adalah nasib partai Golkar kedepan.

“Masalah siapa yang memimpin siapa yang menjadi ketua itu urusan belakang, yang paling utama adalah bagaimana golkar ini supaya bisa terselamatkan karena badai ini sangat besar apalagi golkar ini orang hebat semua, takutnya kepercayaan masyarakat pemilih terhadap golkar akan bias akan hilang akan ambruk dengan kejadian ini,” tandasnya sembari menuturkan dirinya sedih dengan kondisi Golkar karena selama ini Partai golkar lah yang membesarkannya.

Masih kata suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini, sebagai Kader dirinya menginginkan Partai Golkar dapat lebih maju dari dahulu. “Kuncinya lupakan perbedaan itu harapan kita, agar bisa melewati badai ini,” kata Ridho seraya mengatakan ketua Partai Golkar hendaknya orang yang punya niat untuk memajukan partai bukan hanya untuk kepentingan sesaat.

“Kalau dia sudah punya niat, artinya dia tanpa pamrih dan akan mendapatkan kader-kader yang solid dan punya tanggungjawab terhadap partai itu harapan kita,” tutupnya.(08/seg)

Komentar

News Feed