oleh

Restorative Justice Kejari, Bebaskan Tersangka Pencuri HP

JEMPUT : Petugas Kejari menjemput tersangka FS di Mapolsek Prabumulih Barat dalam rangka pelaksanaan restorative justice, belum lama ini. Foto : Ist/Prabupos

PRABUMULIH – Belum lama ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) melakukan program restorative justice terhadap tersangka pencurian Handphone (HP) di wilayah hukum Polsek Prabumulih Barat.

Tersangka, FS sendiri mengaku, terpaksa mencuri HP karena dilatar belakangi guna membantu biaya pengobatan ibunya tengah sakit. Apalagi, ia sebagai tulang punggung dan ayahnya telah meninggal.

Setelah dilakukan perdamaian antara korban dan pelaku, akhir Kejari melakukan penyelesaian kasus atau penghentian penyidikan hingga FS dibebaskan dan kembali bisa menghirup udara segar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Roy Riady SH MH dikonfirmasi melalui Kasi Intel, Anjasra Karya SH MH dikonfirmasi membenarkan hal itu.

“Penghentian penuntutan kasus lewat program restorative justice, menindaklanjuti instruksi Jampindum dan telah disetujui pada 25 April silam. Tersangka 362 KUHP, FS setelah berdamai bersama korban kita bebaskan,” ujarnya dikonfirmasi, Rabu (11/5/2022).

Selain itu, akunya perbuatan ini dilakukan pertama kali tersangka FS. Korban juga, telah memanfaatkan tersangka dan tidak lagi memperkarakan kasus. “Dan, tersangka berjanji tidak menyesal dan tidak mengulangi perbuatannya lagi,” sebutnya.

Kejadian ini, akunya menjadi pelajaran berharga bagi tersangka. Karena, jika terulang maka tersangka akan benar-benar di penjara. “Ancaman Pasal 362 KUHP ini, penjara 5 tahun. Jika melakukan tindakan pidana lagi, setelah restorative justice ini akan diproses secara hukum,” tukasnya.

Dihadapan pihak Kejari dan korban beserta keluarga, FS benar-benar menyesal dan tidak lagi mengulangi perbuatannya. “Terika kasih Pak Kajari, saya menyesal dan tidak mengulangi perbuatan ini lagi. Cukup sekali ini saja, alhamdulilah saya bisa berkumpul bersama ibu saya,” ucapnya. (03)

Komentar

News Feed