oleh

Relawan ACT Bergerak Bantu Warga Payuputat

PRABUMULIH – Awal tahun menjadi hal yang membuat warga Kelurahan Payuputat cemas. Pasalnya, hampir disetiap awal tahun sungai Lematang meluap dan mengakibatkan ratusan rumah warga terendam banjir.

 

Mandapat info banjir di Payuputat membuat ACT Prabumulih bergerak cepat. “Iya, hasil pengecekan relawan kita 100 KK terkena banjir meluapnya Sungai Lematang di Kelurahan Payuputat,” aku Kepala Cabang (Kacab) Aksi Cepat Tanggap (ACT), Dian Yudistira didampingi Markom, Talitha Yasmin kepada awak media, akhir minggu ini.

 

Sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban banjir, kata dia, ACT menyalurkan 100 paket makanan kepada warga Payuputat terkena banjir. “Ayo tingkatkan donasi ke ACT, sehingga bisa terus membantu masyarakat terkena bencana dan membutuhkan. Semoga 100 paket makanan ini bermanfaat bagi masyarakat Payuputat terkena banjir rob,” jelasnya.

 

Sementara itu, Lurah Payuputat, Firmansyah Trijaya SP dikonfirmasi membenarkan, kalau ada banjir di wilayahnya akibat luapan Sungai Lematang. “Iya di RW 9, persis dipinggir Sungai Lematang. Ada sekitar 100 KK lah, rumah warga terendam banjir. Hal itu biasa bagi warga, sekarang sudah berangsur surut,” ujar Anca, sapaan akrabnya.

 

Tadi ungkapnya, Ketua RW 09 telah melaporkan hal itu. Bahkan, pada Jumat lalu, kata dia, memang ada kordinasi ACT guna mengecek warganya juga menyalurkan bantuan bagi para warganya terkena banjir rob itu.

 

“Informasi dari ACT ada bantuan bakal diserahkan kepada masyarakat kita terkena banjir, entah itu sembako ataupun paket makanan dan lainnya,” terangnya.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), Drs A Heriyanto MM menjelaskan, telah menerima laporan dari Lurah Payuputat terkait air sungai meluap, tetapi masih terbilang normal.

 

“Kita lihat dulu, apabila laporan Pak Lurah warga perlu bantuan baru kita kucurkan bantuan seperti tahun sebelumnya,” ucapnya.

 

Sebutnya, kalau memang banyak warga terkena air rumahnya cukup lama bisa saja digulirkan bantuan. “Ada kriterianya, bisa disalurkan bantuan. Jika banjir, tetapi cepat surutnya tidak bisa digulirkan bantuan,” bebernya.

 

Demikian juga, kata Kalaksa BPBD, Sriyono, kalau sebelumnya mendapatkan laporan dari kelurahan kalau air di Payuputat relatif normal, banjir tetapi tidak terlalu parah. “Tadi telah kita lakukan, banjir sempat terjadi beberapa hari lalu tetapi air kita cek tadi telah surut. Dan, ke depan jika terjadi banjir lurah secepatnya memberikan kabar,” sebutnya.

 

Sehingga, aku Yono, BPBD bisa melakukan quick respon atau penanganan, guna membantu warga rumah terkena banjir. “Harapan kita, lurah harus respon cepat jika ada banjir,” tutupnya. (03)

Komentar

News Feed