oleh

PRO DAN KONTRA SEPUTAR MAULID NABI SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM

Oleh: Harun Rosyid, M.Pd.I

Anggota Dewan Pakar ICMI Orda Prabumulih

  1. Pengertian Maulid.

Secara bahasa : Maulid ( مولود و مولد ) dari (ولد-يلد-ولادة-مولد وميلاد) Artinya : hari lahir atau yang dilahirkan. Hari lahir atau maulid tidak ada hukumnya, hal ini sama dengan hari-hari lain. Hukum terletak pada perbuatan atau cara menyikapinya. Apabila cara menyikapi maulid mengisinya dengan berbagai kebaikan maka hukumnya boleh bahkan sunnah, akan tetapi sebaliknya apabila cara menyikapinya dengan mekakukan kemaksiatan maka bisa haram.

Secara istilah : Maulid Nabi adalah perayaan kelahiran NabiMuhammad  ﷺ dengan cara berkumpul di masjid atau lainnya yang diisi dengan Ta’lim tausiyah, bacaan al-Qur’an, sholawat Nabi, pembacaan sejarah Nabi, do’a dan sedekah makanan.

Maulid Nabi memang tak pernah sepi dari pembicaraan, baik itu dari kalangan yang pro maupun yang kontra, semua itu terjadi akibat dari perbedaan sudut pandang tentang esensi dari Maulid itu sendiri, berbagai argumen terlontar, ada dengan cara yang baik ada juga dengan cara yang buruk, ada yang menggunakan bahasa santun ada juga dengan bahasa yang kasar dan sinis, ada yang menjelaskan secara objektif ada juga yang subjektif, dan lain-lain.

  1. Pro Dan Kontra

Dalam masalah ini ada dua kelompok yang saling berseberangan, pertama memandang bahwa Maulid itu sebaiknya bahkan harus Ditinggalkan, sedangkan kelompok kedua memandang bahwa Maulid adalah sesuatu yang baik, dan sangat dianjurkan untuk dilakukan.

  1. Argumen Kelompok pertama

Sebaiknya perayaan Maulid Nabi itu ditinggalkan dengan beberapa alasan:

– Bahwa Rosulullah sama sekali tidak pernah merayakan Maulidnya sendiri.

Para sahabat khususnya al-khulafa ar-rosyidun tidak pernah merayakan Maulid Nabi, padahal merekalah yang paling mencintai Nabi ﷺ. Kalaulah maulid ini baik tentulah para sahabat melakukannya.

– Rosulullah ﷺ pernah bersabda:

فعليكم بسنّتي ، وسنّة الخلفاء الرّاشدين المهْديّين

” Berpegang teguhlah kalian kepada sunahku dan sunah al-khulafa ar-rosyidin yang mendapat petunjuk” (HR. Abu dawud dan at-Tirmidzi).

– Dalam hal yang berkaitan dengan agama harus berdasarkan kepada dalil, apakah perayaan Maulid Nabi ada dalilnya?

  1. Argumen Kelompok kedua

Maulid Nabi adalah perkara yang baik dan dianjurkan bagi kaum muslimin untuk merayakannya dengan beberapa alasan:

  1. PARA NABI DAN RASUL MERINDUKAN KEDATANGAN MUHAMMAD
  2. Nabi Ibrahim Alaihissalam

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” [QS. Al-Baqarah : 129]

  1. Nabi Isa Alaihissalam

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

“Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, “Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, “Ini adalah sihir yang nyata.” [QS. Ash-Shaf : 6]

  1. Bergembira Dengan Datangnya Nikmat

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

“Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” [QS.Yunus : 57 – 58]

Salah satu rahmat terbesar bagi manusia adalah kelahiran Nabi ﷺ , Allah ta’ala berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“dan tiadalah kami mengutusmu kecuali untuk menjadi rahmat bagi semesta alam” (QS. Al-Anbiya’ :107).

Dan karunia mana lagi yang lebih besar dari kelahiran Rosulullah ? Allah ta’ala berfirman:

(لَقَدۡ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِینَ إِذۡ بَعَثَ فِیهِمۡ رَسُولࣰا مِّنۡ أَنفُسِهِمۡ یَتۡلُوا۟ عَلَیۡهِمۡ ءَایَـٰتِهِۦ وَیُزَكِّیهِمۡ وَیُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَـٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبۡلُ لَفِی ضَلَـٰلࣲ مُّبِینٍ)

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ

“sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman, ketika Allah mengutus seorang Rosul dari kalangan mereka sendiri” (QS. Ali Imran: 164).

  1. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَذَكِّرْهُم بِأَيَّامِ اللَّهِ

“Dan ingatkanlah merekalah kepada hari-hari Allah”

Ibnu katsir dalam menafsirkan ayat ini membawakan hadits dari ibnu ‘abbas rodhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi ﷺ tentang firman Allah : “Dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah”, maksudnya adalah nikmat-nikmat Allah tabaroka wata’ala.[Tafsir ibnu katsir jilid 4 hal. 398]

Dan kelahiran Nabi ﷺ merupakan nikmat terbesar bagi umat manusia khususnya umat Islam tanpa bisa dibantah lagi. Perayaan maulid Nabi adalah sarana untuk mengingat nikmat Allah tersebut.

Rosulullah ditanya tentang puasa hari senin, maka beliau menjawabnya dengan sebuah kabar bahwa hari senin adalah hari kelahirannya, bila kabar ini tidak ada faidahnya, tentu Nabi tidak akan menyebutkannya dalam menjawab pertanyaan itu. (ذاك يوم ولدت فيه) “hari itu adalah hari dimana aku dilahirkan” (HR. Muslim).

  1. BERGEMBIRA SAMBUT MAULID NABI DENGAN MERDEKAKAN TSUWAIBAH, ABU LAHAB DIRINGANKAN AZABNYA.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari yang berasal dari Urwah bin Zubair mengatakan

روى البخاري (5101) من قول عروة بن الزبير رحمه الله ما يلي وثُوَيْبَةُ مَوْلَاةٌ لِأَبِي لَهَبٍ ، كَانَ أَبُو لَهَبٍ أَعْتَقَهَا فَأَرْضَعَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، َلَمَّا مَاتَ أَبُو لَهَبٍ أُرِيَهُ بَعْضُ أَهْلِهِ بِشَرِّ حِيبَةٍ – أي بسوء حال -، قَالَ لَهُ : مَاذَا لَقِيتَ ؟ قَالَ أَبُو لَهَبٍ : لَمْ أَلْقَ بَعْدَكُمْ غَيْرَ أَنِّي سُقِيتُ فِي هَذِهِ بِعَتَاقَتِي ثُوَيْبَةَ” ”

Dan Tsuaibah adalah hamba sahaya milik Abu Lahab yang dia merdekakan kemudian menyusui Nabi Muhammad saw. tatkala Abu Lahab telah meninggal sebagian keluarganya melihat dalam mimpi tentang buruknya keadaan dia. Lalu dia berkata, “Apa yang terjadi?” Abu Lahab berkata, “Aku tidak mendapatkan apapun sepeninggal kalian kecuali aku diberi minum karena memerdekakan Tsuaibah.”

Ibnu Hajar berkata : Suhail menyebutkan bahwa Sahabat Abbas bin Abdil Mutholib bermimpi bertemu Abu Lahab yang telah wafat, Dilihatnya Abu Lahab berada didalam api yang mengerikan, maka ditanya kepada Abu Lahab apa yang kau terima setelah kematianmu wahai Abu Lahab? berkata Abu Lahab “tidak pernah kurasakan kenikmatan dan ketenangan sejak aku wafat terkecuali setiap hari senin aku diberi keringanan karena membebaskan budakku Tsuwaibah karena ia menyampaikan mendengar kabar gembira tentang kelahiran Nabi Muhammad saw”. Karena hal tersebut Abu Lahab mendapatkan keringanan siksaan di akhirat setiap malam Senin.

Dalam kitab al-Mawahib al-Laduniyah bi al-Manhi al-Muhammadiyah, Imam al-Zarqani menuliskan, “Abu Lahab diperlihatkan di dalam mimpi setelah ia mati, ditanyakan kepadanya, “Bagaimana keadaanmu?” Ia menjawab, “Di dalam neraka, hanya saja azabku diringankan setiap malam Senin. Aku menghisap air di antara jari jemariku sekadar ini – ia menunjuk ujung ibu jarinya-. Itu aku dapatkan karena aku memerdekakan Tsuwaibah ketika ia memberikan kabar gembira kepadaku tentang kelahiran Muhammad dan ia menyusukan Muhammad”.

Bila abu lahab yang kafir dibalas Allah karena memerdekaan tsuwaibah karena senang akan kelahiran Nabi ﷺ, maka bagaimana dengan kaum muslimin ?

  1. ALLAH MULIAKAN MAULID NABI DENGAN BEBERAPA PERISTIWA BESAR

llah Azza Wajalla MULIAKAN Hari Kelahiran (maulid) Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dengan beberapa peristiwa besar. Diantaranya :

  1. Allah binasakan pasukan bergajah Raja Abrahah
  2. Runtuhnya 14 tembok tinggi istana Persia.
  3. Api sesembahan Majusi mendadak padam,
  4. Kuil-kuil di sekitar telaga Sawah roboh setelah dilanda gempa.(Ar-Rahiqul Makhtum).

Dan peristiwa besar lain yg kesemuanya adalah Pemuliaan Allah akan Lahirnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

  1. BERILAH PERINGATAN

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. adz-Dzariyat: 55)

فَذَكِّرْ إِنْ نَفَعَتِ الذِّكْرَى * سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَى * وَيَتَجَنَّبُهَا الأَشْقَى

“Maka berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat, akan diingat oleh orang-orang yang takut dan akan dijauhi oleh orang yang celaka.” (QS. al-A’la: 9-11).

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ. فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

“Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman”. “Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.” [QS. At-Taubah 128 – 129]

  1. Kesimpulan dan sikap yang harus dilakukan.

Telah kita saksikan bersama bahwa maulid ini memang selalu menjadi bahan pebincangan karena adanya pihak yang tidak setuju dan pihak yang mendukung, dan semua pihak ternyata punya argumen dan hujah yang pstut kita hormati.

Maka sudah selayaknya bagi kita untuk menghentikan ini demi terciptanya keharmonisan dan persatuan umat Islam. Yang tidak setuju dengan Maulid maka tidak ada paksaan untuk ikut melaksakannya, dan hendaklah jangan mencibir orang-orang yang melaksanakan maulid. Begitu pula yang mendukung Maulid hendaklah melaksakannya dengan cara yang penuh hikmah tanpa ada cacian dan kebencian kepada pihak yang tidak setuju.

Alangkah indahnya bila kita bisa saling memahami dan menghormati, karena sejatinya, ajaran inti dari Islam adalah untuk menebar perdamaian, kasih sayang dan keadilah kepada seluruh umat manusia.

Wallahu a’lam bish-shawab

Komentar

News Feed