oleh

Muhajirin Sulap Sampah jadi Sabun Cuci Piring

PRABUMULIH – Sudah menjadi kebiasaan warga jika sampah rumah tangga dari sisa sayur maupun sampah sisa buah langsung dibuang karna tak lagi bermanfaat.

Namun di tangan Muhajirin, yang merupakan sosok penggiat lingkungan Kota Prabumulih, sampah rumah tangga disulap menjadi cairan ajaib untuk dijadikan sabun cuci piring maupun cairan deterjen untuk keperluan lainnya seperti mengepel lantai.

Muhajirin mengolah sampah rumah tangga dengan cara eco enzim atau melalui proses hasil fermentasi limbah dapur selama 3 bulan.

Dibincangi Prabumulih Pos, Rabu (15/9/2021) Muhajirin menuturkan muncul ide mengolah sampah menjadi cairan berguna ini tak lepas dari upaya untuk mengedukasi masyarakat dalam menanggulangi sampah dari sumber sampah.

“Awalnya pernah ikut pelatihan, dikirim DLH ke Pekanbaru. Dan ini kita terapkan di rumah, dengan tujuan kita memberikan edukasi kepada warga bahwasanya sampah bisa sisa sayuran, buah bisa diolah menjadi cairan berguna,” kata ketua RW 01 ini.

Sebab kata dia, bila sampah dari sumber sampah sudah bisa diolah oleh rumah tangga. Keberadaan sampah di Kota Prabumulih akan terus berkurang, dan lingkungan akan lebih bersih. “Kan selama ini hanya dibuang, jadi apa salahnya Ibu-ibu di rumah mencoba. Karena manfaatnya banyak, bisa dipakai sendiri, untuk cuci piring, mengepel bahkan bisa juga jadi pupuk,” terangnya.

Saat ini ungkap dia, eco enzim hasil olahannya sudah banyak digunakan oleh warga sekitar tempat tinggalnya. “Kalau untuk dijual belum, karenakan baru. Tapi sudah banyak yang ingin belajar,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, sejak adanya pengolahan eco enzim upaya untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan terus meningkat. “Setiap hari warga mengumpulkan sampah-sampah rumah tangga, jadi kadang sampahnya kita dapat dari warga,” lanjutnya seraya menambahkan jika aroma cairan hasil fermentasi bisa disesuaikan sebagaimana aroma buah yang diolah.

Pon (42) warga sekitar yang sehari-hari menggunakan cairan eco enzim hasil olahan Muhajirin mengungkapkan, mencuci piring menjadi lebih bersih. “Samo dengan sabun lain, yang berminyak jadi bersih terus wanginyo juga ado,” ucap Pon.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ir Hj Dwi Koryani melalui Kabid Pengelolahan Sampah dan B3 Iwan Nusmameri ST mengutarakan, edukasi dalam mengurangi sampah dari sumber sampah memang harus dilakukan. “Memang diperlukan penggiat penggiat sampah seperti pak Muhajir ini, di Prabumulih ini sampahnya banyak. Dan tidak semua mengetahui bila sampah itu bisa diolah, selama ini hanya dibuang di TPS,” tukasnya.

Pantauan koran ini, dalam proses fermentasi Muhajirin menyiapkan ruangan khusus, yang tepat berada disamping rumahnya. Puluhan atau bahkan ratusan eco enzim yang masih proses pengolahan tersusun rapi di ruang penyimpanan. Tak lupa, disetiap botol penyimpanan tertera tanggal dan bahan pembuatan.(08)

Komentar

News Feed