oleh

Makna Emansipasi Menurut Riantini Sebagai Kartini Spensa

Prabumulih pos.co.id – Sosok Raden Ajeng Kartini tampak tidak lepas menjadi topik pembicaraan seputar emansipasi wanita. Usaha Kartini dalam memperjuangkan hak wanita untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya dan diberikan kesempatan yang sama untuk menerapkan ilmu yang dimiliki agar tidak direndahkan derajatnya menjadikan Kartini dikenal sebagai tokoh penggerak emansipasi wanita.

Hal ini juga diterapkan oleh Kartini Modern SMPN 1 Prabumulih, Rianti SPd MM seorang Kepala Sekolah. Dengan kewenangan nya memberikan kesempatan kepada para guru dan siswa di Sekolah yang dipimpinnya agar terus berkarya dan memanfaatkan kesempatan yang ada.

Diantaranya memberikan kepercayaan kepada para guru di SMPN 1 agar memberikan karya nyata, berinovasi dan bebas berekspresi dengan memberikan kepercayaan menjadi Wakil Kepala Sekolah dan sebagai pembina ekstra kurikuler di sekolah, yang didominasi oleh kaum hawa. Wanita ini juga mensupport sepenuhnya agar para guru mengikuti program guru penggerak, seleksi Calon Kepala Sekolah, dan kegiatan lainnya yang membuka peluang untuk para wanita menunjukkan potensinya.

“Saya hanya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan. Para guru memang perlu diberi tanggung jawab dan diberi kepercayaan, agar mereka mampu mengaplikasikan potensi dalam dirinya. Saya juga butuh regenerasi calon pemimpin dimasa depan, karna menurut saya seorang pemimpin itu berhasil jika mampu melahirkan pemimpin baru. Nah hal inilah menurut saya emansipasi yang sesungguhnya,” ujar Wanita dua anak ini.

Dimata para guru dan wakilnya Riantini memang terbilang apa adanya, meski sebagai top leader di SMPN 1. Dengan panggilan akrab Mak, Kartini SMPN 1 ini cukup disiplin dan peduli dengan sesama. ” Mak Rian memang benar benar menjalankan prinsip kepemimpinan yang sesungguhnya. Dia memberikan tugas dengan para wakilnya dan memberikan kepercayaan bahwa kami mampu. Kuncinya adalah komunikasi yang intens dan saling support,” ujar Wakil Kepala SMPN 1 Prabumulih, HJ Endang SPd.

Inilah menurut Endang adalah emasipasi masa kini. Emansipasi bertujuan memberi wanita kesempatan bekerja, belajar, dan berkarya seperti halnya para pria. “Bagi banyak orang, Kartini masa kini digambarkan dengan ketangguhan seorang wanita dalam kehidupan sehari-hari. Itulah yang tergambar dalam diri Kartini Kami, Seorang Kepala Sekolah yang tangguh dan pantang menyerah untuk menggapai tujuan,” bebernya.

Kartini SMPN 1, Riantini SPd MM kebenaran juga berulang tahun berbarengan dengan RA Kartini Pahlawan Nasional Indonesia, yang diperingati setiap 21 April. Karna itu, di SMPN 1 peringatan hari Kartini benar benar merupakan moment spesial, yang diharapkan membahagiakan Pahlawan Nasional pejuang Emansipasi wanita Indonesia.

Sebagai seorang Kepala Sekolah, Riantini yang juga pernah menjadi Kepsek SMPN 2 dan SMP 10 Prabumulih, juga sudah banyak menorehkan prestasi. Bahkan sering mendapatkan reward umroh gratis dari Wali Kota Prabumulih atas prestasinya. “Yang pasti Menginspirasi. Perannya sebagai agen perubahan untuk mempengaruhi orang untuk melakukan hal-hal yang baik. Oleh karena itu, dengan melakukan hal yang sederhana dan membawa kebaikan dan manfaat bagi lingkungan sekitar sudah merupakan bentuk emansipasi,” kata Endang.

Emansipasi wanita tidak semata-mata berfokus pada kesetaraan antara hak laki-laki dan perempuan, untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam beragam bidang. “Makna sebenarnya dari emansipasi wanita yaitu tentang bagaimana wanita dapat berkembang dan maju dari waktu ke waktu tanpa menghilangkan jati dirinya. Dengan memahami makna emansipasi wanita seutuhnya, wanita turut serta memberikan emansipasi bagi masyarakat dan negara,” tandanya.

Di mata teman sejawatnya, selain merupakan sosok wanita Inspiratif, menurut Kepala Sekolah SMPN 3 Prabumulih, Riantini juga merupakan wanita yang ahli membaca strategi. “Beliau ahli strategi, mandiri dan kokoh pendiriannya. Karna setiap berargumen, berdasarkan landasan yang jelas,” tambah Pamuji Rahayu SPdI MSi. (05)

Komentar

News Feed