oleh

Kejati Sumsel Resmi Ajukan Banding Atas Vonis Eddy Cs

PALEMBANG – Penuntut umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, resmi ajukan banding terhadap vonis tersangka Eddy Hermanto Cs, kasus korupsi dana hibah Masjid Sriwijaya, yang dijatuhkan Majelis Hakim Tipikor Pengadilan Negeri Palembang beberapa waktu lalu.

Kasipenkum Kejati Sumsel, Khaidirman SH MH, menjelaskan upaya banding tersebut, merupakan upaya hukum Kejati Sumsel setelah satu minggu diberikan waktu pikir-pikir atas vonis yang dijatuhkan kepada empat terdakwa, Eddy Hermanto, Syarifuddin, Dwi Kridayani, dan Yudi Arminto sepekan lalu.

“Untuk itulah pada beberapa waktu lalu, berkas bandingnya sudah kami ajukan kepada Pengadilan Negeri Palembang,” kata Khaidirman melalui sambungan telepon, Minggu (28/11).

Dijelaskannya, dengan telah mengajukan upaya banding melalui PN Palembang, pihaknya tinggal menunggu putusan banding pada tingkat Pengadilan Tinggi Palembang.

“Akan kami infokan lagi jika hasil putusan banding dari PT sudah keluar,” tukasnya.

Sementara untuk terdakwa Ir Dwi Kridayani selaku Kuasa KSO PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya dan Ir Yudi Arminto Project Manager PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya masing-masing divonis 11 tahun penjara dan denda 500 juta subsider 4 bulan.

Dwi Kridayani dan Yudi Arminto juga dijatuhkan hukuman tambahan uang pengganti kerugian negara masing-masing Rp 2,5 miliar. Dimana setelah perkara tersebut telah memiliki kekuatan hukum tetap kedua terdakwa tidak mampu membayar uang pengganti kerugian negara maka harta benda keduanya disita, dan jika harta benda yang disita tidak menutupi uang pengganti kerugian negara maka diganti hukuman tambahan masing-masing 4 tahun penjara.

Vonis keempat terdakwa tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejati Sumsel, yang dalam tuntutannya menuntut keempat terdakwa dengan hukuman pidana masing-masing 19 tahun penjara dan denda masing-masing Rp 750 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain itu, keempat terdakwa juga dituntut JPU hukuman uang pengganti kerugian negara, terdiri dari; Eddy Hermanto Rp 684.000.000, Sarifudin MF Rp 1.392.748.080, Dwi Kridayani Rp 2.500.000.000, dan Yudi Arminto Rp 22.446.427.564, yang mana jika paraterdakwa tidak mampu membayar maka harta bendanya disita dan jika harta benda tersebut tidak cukup menutupi uang pengganti kerugian negara maka diganti dengan hukuman tambahan masing-masing 9 tahun 6 bulan penjara. (Fdl)

Komentar

News Feed