oleh

Jalan Talang Batu, Hujan Becek dan Jika Panas Bedebu

TALANG BATU – Bak buah simalakama, dimakan mati bapak tidak dimakan mati ibu. Itulah yang saat ini dirasakan oleh masyarakat Desa Talang Batu Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT). Betapa tidak, proyek strategis nasional yakni pembangunan jalur tol Indralaya – Prabumulih menjadi kebanggaan masyarakat. Hanya saja, saat ini masyarakat merasakan dampak dari pembangunan tersebut.

Dampak yang dirasakan yakni akses jalan masuk menuju Desa Talang Batu rusak. Jalan yang dulunya mulus, kini hancur, berlubang, becek bak kubangan. Ini terjadi karena seringnya kendaraan alat berat maupun pengangkut material tol yang melintas. Kerusakan ini menurut warga sudah hampir 1 tahun sejak adanya aktivitas proyek tol.

Ikbal salah satu warga Desa Talang Batu mengutarakan, sejak jalan rusak sudah banyak memakan “korban”. “Akses jalan jadi susah, kalau mengendara motor banyak yang nyampak. Ado yang sampai patah kaki,” kata Ikbal dibincangi saat melintasi akses jalan Talang Batu, Rabu (12/1/2022).

Dikatakannya, keluhan terhadap jalan rusak tak hanya dirasakan oleh masyarakat bila hujan turun. “Kalau hujan becek, kalau dak hujan keno debu. Jadi salah galo jalan ini,” ucapnya seraya mengatakan jalan menuju Talang Batu juga merupakan akses jalan menuju Desa Rambang Senuling.

Sejumlah warga yang merupakan pegawai, juga merasakan hal yang sama. Setiap hari harus melintasi jalan rusak terpaksa “nyeker” alias buka sepatu. “Kalau lagi parah nian, apolagi musim hujan cak ini. Bawa plastik, lepas sepatu kadang pake sendal. Sepatu masuk plastik. Kalau dak hujan debu, pokoknyo salah galo jalan ini,” ujar salah satu pegawai saat dibincangi.

Apri warga lainnya juga menuturkan, sejak adanya aktivitas tol ekonomi menjadi sedikit terhambat. “Pasti ekonomi terhambat, cakmano nak kekebun, cakmano nak begawe kalau jalan rusak. Jalan rusak ini buat kito jadi malas nak keluar, sementara kalau dak begawe dak dapat duet,” tuturnya.

Diakuinya rusaknya jalan sudah hampir 1 tahun sejak adanya proyek tol. “Kami senang ado tol, tapi kalau cak ini kami jadi dilema. Jalan hancur, sementara inilah jalan paling cepat keluar desa. Jalan lain jauh, kalau sekarang jalur alternatif lagi banjir,” keluhnya.

Sementara itu Kepala Desa Talang Batu Sahril Kanedi, juga mengakui sudah banyak warganya yang terjatuh saat melinas di jalan yang rusak tersebut. Hanya saja dirinya mengatakan, sudah ada perbaikan yang dilakukan oleh pihak pelaksana tol. “Sudah ada perbaikan, tapi memang masih ada titik-titik yang belum,” tuturnya.

Dilanjutkannya Pemdes dan masyarakat sangat mendukung proyek nasional tersebut. Hanya saja, dampak yang dirasakan saat ini membuat masyarakat dilema.“Masyarakat kami mendukung, masyarakat senang ada proyek ini. Tapi dengan kondisi cak ini jadi masyaarkat agak susah karena jalan rusak,” pungkasnya. (08)

 

 

Komentar

News Feed