oleh

Guru dan TU SMAN 3 Divaksin Booster

PRABUMULIH – Upaya Pemerintah untuk mencapai sasaran penyuntikan vaksin terus digalakkan, lantaran sekarang melaksanakan suntikan vaksin untuk pelajar usia 6-11 tahun, juga dilakukan suntikan vaksin untuk tenaga kependidikan khususnya vaksin 3 atau booster, yang vaksin dosis 3 hanya dikhususkan untuk tenaga kesehatan, dan relawan, kini giliran tenaga pendidik dan masyarakat umum sudah diberikan peluang untuk suntik vaksin dosis 3.

Untuk menyukseskan program ini, Polres prabumulih juga bekerjasama dengan SMA Negeri 3 Prabumulih, kembali memberikan pelayanan pemberian vaksin ke 3 (booster) bagi seluruh guru dan tenaga tata Usaha (TU) SMAN 3 pada hari Kamis (27 /1/ 2022) kemarin.

Menurut Kepala SMAN 3 Prabumulih, Freni Listyan SPd MSi, para guru dinilai penting mendapatkan suntikan vaksin booster, selaras dengan dimulainya penyelenggaraan sekolah tatap muka. Pertimbangannya karena para guru akan menghadapi seluruh murid pada proses pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh.

“Agar antibodinya terbentuk dan tidak mudah terpapar atau memaparkan virus pada siswa, itu sebagai pertimbangan kita, supaya jangan sampai guru itu menularkan atau guru tertular. Karena kaitannya dengna pelaksanaan PTM,” ujar Freni.

Ibu satu anak ini menjelaskan, setidaknya ada sebanyak 40 orang guru dan tenaga TU termasuk dirinya sudah mendapatkan suntikanvaksin ke 3. Dengan sudah diterimanya suntikan vaksin ke tiga, sehingga harapannya kegiaran belajar mengajar dapat berjalan dengan baik, tanpa adanya rasa curiga dan saling mencurigai.

“Mendapatkan suntikan vaksin ini merupakan upaya ikhiar kita, meski sudah mendapatkan suntikan vaksin kita harus tetap menjalankan pola hidup yangsehat dan tetap mematuhi protocol kesehatan,” ujar wanita yang sempat memimpin SMAN 1 Prabumulih ini.

Sementara para guru di SMP juga melakukan hal sama. Karna untuk mendapatkan dosis 3 atua booster, tidak seperti pada saa akan menapatkan dosis 1 dan 2, yang jadwlanya diatur oleh Pemerintah. Sehingga pihak sekolah berinisiatif sendiri untuk mengundang tenaga kesehatan, atau datang langsung ke beberapa pelayanan kesehatan yang ditunjuk.

“Kalau kami mengundang tenaga kesehatan ke sekolah, karna dari hasil penyampaian informasi kepada para guru-guru, semuanya mau. Jadi kita berinisiatif mengundang tenaga kesehatan saja ke sekolah. Alhamdulillah guru SMPN 2 sudah mendapatkan suntikan booster,” tambah Pedro Santoso Ab SPd MSi.(05)

 

Komentar

News Feed