oleh

Gelontorkan Rp 598 Jutaan, Lewat Program CSR

//Bantu Penanganan Covid-19

PRABUMULIH – Hampir 2 tahun lamanya, pandemi Covid-19 masih juga terjadi. Memang menjadi tantangan berat PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4. Pasalnya, tidak hanya memenuhi target produksi Minyak dan Gas (Migas). Tetapi juga, bersumbangsi produksi guna memenuhi target nasional.

 

Hal ini merupakan tantangan besar dan berat bagi PHR Zona 4, dalam bekerja guna meningkatkan produksi migasnya di tengah kondisi sulit di tengah pandemi Covid-19 ini.

 

Termasuk juga, membantu penanganan Covid-19 berupa mengulirkan sejumlah bantuan lewat program Corporate Sosial Responsibility (CSR). Informasi dihimpun awak media dari PHR Zona 4, setidaknya sudah mengulirkan dana CSR hingga Rp 598 jutaan atau setengah miliar lebih pada 2021.

 

Head of Comrell and CID PHR Zona 4, Tuti Dwi Padmayanti mengatakan, hal itu sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam rangka tidak hanya mencari dan produksi migas. “Tetapi, juga punya tanggung jawab dan kontribusi membangun daerah juga penangganan Covid-19 di tengah pandemi ini,” ujar Tuti, sapaan akrabnya kepada awak media, belum lama ini.

 

Sebutnya, penyaluran dana CSR bantuan Covid-19 dilakukan di sejumlah Field atau Lapangan PHR Zona 4. Meliputi; Field Prabumulih, Field Pendopo, Field Adera, Field, Field Limbau, Field Ramba, dan lainnya.

 

“Bantu Covid-19 ini, tidak hanya pemberian sembako saja. Tetapi juga, pemberian sarana prasarana penanggulangan dan penangganan Covid-19. Seperti Alat Pelindung Diri (APD), tedmon, minuman kesehatan, hand sanitizer, dan lainnya,” akunya.

 

Nah, di tengah kesulitan oksigen. PHR Zona 4, juga sempat memberikan 2 tabung oksigen kepada RSUD Prabumulih. Agar setidaknya, sedikit membantu penanganan dan penanggulangan Covid-19. “Semoga bantuan tabung oksigen tersebut bisa dimanfaatkan dan berguna bagi penanganan dan penanggulangan Covid-19,” akunya.

 

Bukan hanya itu juga, termasuk melakukan vaksinasi Covid-19 bagi pekerja PT PHR Zona 4 guna meningkatan imunitas atau kekebalan tubuh masyarakat. “Bukan hanya pekerja saja, tetapi juga masyarakat sekitar perusahaan juga kena vaksinasi Covid-19. Kita berharap pandemi segera berakhir, sehingga semuanya bisa kembali pulih seperti sedia kala,” ucapnya.

 

Selama ini, akunya sebelum Covid-19 PHR Zona 4, memang berusaha hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program CSR. Tidak hanya sektor pembangunan fisik saja, tetapi juga pembangunan kesehatan, sosial masyarakat, keagamaan, lingkungan, dan lainnya. “Perusahaan (PHR Zona 4, red) akan selalu hadir di tengah masyarakat, membantu juga berupaya membangun membangun daerah di setiap wilayah ekspolrasi dan produksinya,” tukasnya.

 

Lanjur Tuti, program CSR ini digulirkan setiap tahunnya di wilayah kerja perusahaan. Dana CSR ini, perusahaan menyisihkan sedikit keuntungannya guna membantu masyarakat dan membangun daerah. “Pertahunnya, bisa miliaran dana CSR dikucurkan guna membantu masyarakat dan membangun daerah di wilayah kerjw PHR Zona 4,” jelasnya.

 

Sementara itu, Comrell and CID PHR Zona 4 Staff, Erwin Hendra Putra menambahkan, kalau CSR PHR Zona 4 juga membantu masyarakat korban banjir. Salah satunya di wilayah Field Prabumulih, juga mendukung program Desa Bersinar Badan Narkotika Nasional (BNN) Prabumulih. Dan, pengembangan potensi wisata Danau Shuji di Desa Lembak, Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim.

 

“Hal itu, kontribusi dan bentuk kepedulian serta perhatian nyata PHR Zona 4 bagi masyarakat di wilayah kerjanya, guna sama-sama maju dan berkembang,” tandasnya.

 

Akunya, PHR Zona 4, tidak hanya semata-mata mengambil migas saja. Tetapi, juga punya tanggung jawab sosial terhadap wilayah kerjanya. Sehingga, bisa terus maju dan berkembang bersama perusahaan. “Program CSR digulirkan PHR Zona 4, jelas memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja. Tidak saja, program pembangunannya saja juga mendorong kesejahteraan masyarakat,” bebernya.

 

Kata dia, penyaluran dana CSR lewat sejumlah program, tidak lain guna mendukung kegiatan proses ekplorasi dan produksi perusahaan, guna memenuhi kebutuhan energi nasional. “Agar proses produksi migas berjalan lancar, tanpa kendala guna mencapai target produksi perusahaan. Memang, perlu dukungan masyarakat dan pemerintah di wilayah kerja. Program CSR ini, memang sangat efektif dalam mendukung proses produksi migas tersebut,” kata dia.

 

Selain itu, juga agar masyarakat ikut menjaga asset-asset PHR Zona 4 agar tidak hilang dan dicuri. Supaya, tidak menghambat proses produksi PHR Zona 4, guna mencapai target produksi juga memenuhi kebutuhan energi nasional.

 

“Setiap tajak sumur ekplorasi, perusahaan lebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Juga melakukan syukuran bersama masyarakat, guna memohon dukungannya. Agar prosesnya berhasil, dan menghasilkan migas sesuai harapan,” tukas Erwin.

 

PHR Zona 4, juga intens menjalin kerja sama bersama pemerintah daerah setempat, guna mendukung proses produksi migas agar berjalan baik dan tanpa hambatan. “Kordinasi kita lakukan bersama Walikota (Wako) atau Bupati hingga kelurahan atau kecamatan, guna meminta dukungan terkait proses produksi migas tengah kita lakukan,” ujarnya.

 

Pasalnya, operasi migas ini tidak hanya menguntungkan perusahaan juga daerah penghasil migas. Karena, mendapatkan bagi hasil migas masuk sebagai pendapatan daerah juga sebagai dana APBD, guna pembangunan daerah. “Setiap tahunnya, Pemkot dan Pemkab di wilayah PHR Zona 4 akan mendapatkan jatah dana bagi hasil migas disalurkan pemerintah pusat, bagian dari upaya PHR Zona 4 ikut membangun daerah tidak hanya dari program CSR saja,” tukasnya.

 

Bukan hanya itu saja, kata dia, PHR Zona 4 juga ikut menyukseskan program pemerintah. Salah satunya, ikut membangun rumah tidak layak huni di wilayah kerjanya. Ada beberapa sumber pembiayaannya, berasal dari infak pegawai juga dana perusahan lewat program CSR.

 

“Tujuannya, tidak lain memperbaiki taraf hidup masyarakat agar lebih baik. Khususnya, bagi masyarakat miskin atau kurang mampu mempunyai rmamputidak layak huni,” rincinya.

 

Setiap tahunnya, akunya PHR Zona 4, mampu membangun rumah tidak layak huni 5-10 rumah. Sehingga, warga miskin punya rumah layak huni. “Itu juga bagian komitmen perusahaan, dalam mensejahterakan masyarakat di wilayah kerjanya sebagai bentuk kepedulian sosialnya,” sebutnya.

 

Masih kata dia, pembangunan infra struktur jalan dan jembatan bagi masyarakat. Kata dia, sejauh ini masih dilakukan perusahaan. “Guna mendukung program pemerintah, memberikan akses mudah transportasi bagi masyarakat di wilayah kerja,” ceritanya.

 

Akunya, jika ada musibah bencana alam dan juga lainnya. Perusahaannya, kerap menyalurkan bantuan bagi masyarakat. Seperti bantuan banjir bagi masyarakat terdampak, berupa pemberian paket sembako. “Guna meringankan beban masyarakat, dalam menghadapi banjir tersebut. Khususnya, di wilayah ring 1 perusahaan,” jelasnya.

 

Di bidang pendidikan, PHR Zona 4 juga cukup aktif kontribusinya tidak hanya dalam bentuk fisik. Juga, pemberian beasiswa kepada pelajar di lingkungannya berupa pemberian beasiswa non ikatan dinas. “Salah satunya di Politeknik AKAMIGAS Palembang, penerimanya pelajar lulusan SMA atau SMK di wilayah kerjanya ingin kuliah di sana guna mewujudkan cita-citanya,” sebutnya.

 

Jelasnya, hanya siswa lulus seleksi akan menerima beasiswa tersebut. Apalagi, seleksinya dilakukan secara ketat dan transparan. Bukan hanya itu saja, di tengah pandemi Covid-19. “PHR Zona 4, sangat perhatian kepada siswa karena tidak bisa belajar tatap muka. Juga, ketika menyambangi lokasi kerja memberikan pengajaran secara cuma-cuma,” akunya.

 

Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kerjanya, kata dia, PHR Zona 4 juga melakukan program pemberdayaan masyarakat salah satunya di Desa Karya Mulya. “Dengan pengembangan potensi desa, salah satunya bidang pertanian dan perikanan. Sehingga, bisa menunjang kesejahteraan masyarakatnya. Desa Karya Mulya, hanya salah satu desa mitra binaan PHR Zona 4,” tukasnya.

 

Di bidang pertanian, PHR Zona 4 juga tak ketinggalan berkontribusi menjalankan programnya. Salah satu menanamkan padi varietas unggul di wilayah Field Adera, melibatkan kelompok tani di wilayah tersebut guna meningkatkan produksi padi. Selain itu, membantu penyediaan kebutuhan pokok. Apalagi, di kondisi sulit ini ketersediaan pangan harus selalu tersedia.

 

Bahkan, program penanaman padi varietas unggul tersebut sudah menghasilkan alias panen. Program tersebut, artinya sudah sangat dirasakan masyarakat di wilayah Field Adera.

 

Manager Field Adera, Dody Tetra Atmadi menyampaikan program tersebut semakin berkembang baik sejak dilaksanakan 2018 lalu. Dari sedikit peserta dalam pelaksanaan pelatihan sekarang sudah berkembang banyak, bahkan telah di laksanakan para petani juga sekitaran sawah mitra binaan Adera Field.

 

“Awalnya dulu panen rata-rata 6 ton per hektar. Saat ini sudah lebih banyak antara 7 ton sampai 9 ton,” jelasnya.

 

Dodi Tetra Atmadi berharap, program itu bisa terus berkembang dan membantu ketahanan pangan Sumatera Selatan (Sumsel) terkhusus desa – desa berada di wilayah Operasional perusahaan. Selain itu, produksi pertanian organik dilaksanakan ini dapat mendukung kesehatan, karena tidak banyak menggunakan pupuk kimia. “Tubuh menjadi sehat dan tanah juga tidak sakit karena pupuk kimia,” kata Dody.

 

Dengan pertanian organik ini, tambah dia, beras menjadi lebih pulen dan tidak mudah basi. “Mudah-mudahan bisa berjalan terus dan bermanfaat bagi kita serta dapat menjadi nilai tambah ekonomi masyarakat sekarang kita semua sedang difase sulit akibat pandemi Covid-19,” sebutnya.

 

Selain itu, kata dia, program tersebut sumbangsi dan kontribusi perusahaan guna memajukan pertanian masyarakat. Sehingga, terus produktif tentunya hasil maksimal dan optimal. “Kalau hasilnya optimal, jelas masyarakat tidak akan kesulitan pangan,” bebernya. (03)

 

Komentar

News Feed