oleh

Gedung Rusak, Siswa Belajar di Lantai

PRABUMULIH – Tiga tahun berlalu sejak pertama kali gedung SMPN 12 di Kelurahan Karang Jaya dibangun. Namun hingga kini, pembangunan gedung belum selesai sepenuhnya maksimal. Bahkan belakangan banyak bagian gedung yang sudah mulai mengalami kerusakan.
Nah, hal tersebut belakangan mulai dikeluhkan. Sejumlah wali murid berharap pemerintah kota (pemkot) dan dinas pendidikan kebudayaan (Disdikbud) segera menyelesaikan fasilitas gedung demi kelancaran dan kenyamanan proses belajar mengajar.
“Kalau untuk jumlah kelas murid ada sekitar enam lokal untuk siang dan enam kelas untuk masuk pagi. Untuk kondisinya seperti inilah,” ungkap seorang guru yang minta namanya tak dikoran kemarin (23/3) sore.
Kondisi tersebut, kata dia, sudah berlangsung sejak sekitar dua tahun terakhir ini. Sehingga, terkadang para siswa terpaksa kerap menggunakan ruang tunggu depan sekolah sebagai tempat belajar. “Kadang di depan sini galak dipakek tempat belajar,” sambungnya.
Ia pun meminta pihak pemerintah maupun instansi terkait untuk sedikit memperhatikan lembaga pendidikan tempatnya mengajar tersebut. “Kasihan melihat generasi-generasi penerus harus belajar di lantai. Kami meminta pemerintah mencurahkan perhatian kepada siswa sekolah kami,” paparnya.
Sementara itu salah seorang wali murid, Martini (38) warga Kelurahan Karang Jaya, Prabumulih Timur. Salah seorang wali murid sekolah itu juga mengeluhkan kondisi sekolah tersebut. Ia mengaku kesal serta setelah kenaikan kelas akan memindahkan anaknya ke sekolah lain.
“Dak taulah pak, kalu nak jingok nian di dalam kelas itu na banyak yang sudah rusak, atapnyo jugo sering bocor kalu hujan,” ungkap dia.
Meski jarak tempuhnya sekolah di tempat lain sedikit jauh, sambung dia, tak seberapa jika dibandingkan dirinya harus terus-terusan merasa kesal yang sering mendapat keluhan dari anaknya saat belajar di dalam kelas sekolah mengaku kebasahan akibat air hujan yang menetes dari atas atap yang bocor di kelas sekolah itu.
“Kami berharap kalu biso secepatnyo selesai dibenari sekolah itu. Biar anak-anak kembali nyaman belajarnyo, kalu terus-terusan dibiarke cak ini, banyak yanng pindah sekolah anak-anak dak tahan belajar sering terganggu pak,” tukasnya. (Mg03)

News Feed