oleh

Dinilai Meresahkan, Tim Gabungan Razia Komunitas Vespa Extrem

 Prabumulihpos.co.id  – Sebanyak 15 remaja tergabung dalam Komunitas Vespa Extrem ditertibkan tim gabungan di Jalan Sudirman depan SPBU Cambai, Selasa (7/12/2021).

Tetapi, pantauan awak media, remaja ini menyerupai anak punk. Karena, tampilan kurang sedap dipandang.

Tim gabungan itu terdiri dari Polres Prabumulih, Sat Binmas dan Satlantas. Lalu, Dishub, Satpol PP, Dinsos, Kecamatan Cambai, dan lainnya.

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SH SIk MH melalui Kasat Binmas, AKP Agus Gunawan S menjelaskan, penertiban terpaksa dilakukan karena masyarakat resah.

Apalagi, ulah para anggotanya sering melakukan minta uang di jalan. Informasi dari warga, juga terkadang memaksa. Selain itu, sepeda motornya tidak standar parkir di pinggir jalan juga menganggu pemandangan.

“Sudah kita pantau, gerak geriknya beberapa hari ini menindaklanjuti laporan masyarakat. Ternyata benar, cukup menganggu aktivitasnya juga meresahkan,” ujar Agus, sapaan akrabnya, kemarin.

Selanjutnya, ia berkordinasi pihak terkait khususnya Pemda, guna melakukan penertiban dan telah dilaksanakan. “Para anggota Gerombolan Vespa Extrem ini, kita amankan berikan pencerahan. Lalu, kendaraannya tidak standar kita bongkar. Intinya, kita standarkan kembali dan mereka segera berangkat ke tujuannya tidak boleh di Prabumulih lagi,” jelasnya.

Demikian juga, ditegaskan Kasat Lantas, AKP Lastari, kalau kendaraan ini telah dimodifikasi dan tidak sesuai dan melanggar UU No 22/2009. Selain itu, sepeda motor telah dimodifikasi ini tidak laik atau layak jalan.

“Makanya, Vespa telah dimodifikasi tidak sesuai standar dilarang berjalan di jalan raya. Karena, bisa menganggu dan membahayakan kendaraan lain,” bebernya.

Makanya, jika ingin dipakai lagi. Kendaraan ini, tukasnya distandarkan lagi. Selain itu, ia juga memeriksa kelengkapan suratnya. “Kalau tidak ada, jelas bisa disanksi tilang karena melanggar aturan,” ucap Lastari.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), Drs A Heriyanto MM menjelaskan, dalam kegiatan ini pihaknya melakukan pendampingan saja. “Kita berupaya mengembalikan mereka kepada orang tuanya, agar tidak meresahkan lagi. Atas tindak tanduknya, menganggu ketertiban masyarakat,” terangnya.

Pihaknya juga melakukan pendataan terhadap para remaja tergabung dalam Gerombolan Vespa Extrem ini. “Sudah kita data, dalam rangka pengembalian kepada orang tuanya,” ujarnya.

Akbar (20), salah satu anggota Gerombolan Vespa Extrem ini menjelaskan, kalau mereka dalam perjalanan pulang usai ke Sabang ke titik nol Indonesia. Nah, ketika melintasi Prabumulih salah satu mesin motor mengalami kerusakan.

“Sudah beberapa hari di sini (sekitar satu minggu, red), menunggu alat perbaikan. Dan, alatnya sudah tiba dan mesinnya sudah diperbaiki,” sebut remaja asal Provinsi Bengkulu ini.

Ia mengakui, kalau memungut uang dari jalanan guna bekal bertahan hidup. “Iya, kang untuk makan. Karena, kita kehabisan uang di jalan,” kilahnya. (03)

Komentar

News Feed