oleh

Dewan Usul Pelanggar Prokes Didenda Ringan

PRABUMULIH – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih, meminta agar denda bagi pelanggar Protokol Kesehatan (Prokes) diberikan secara ringan. Demikian disampaikan anggota DPRD Drs Idham Tergun MM, saat membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diusulkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot).

Dibeberkannya, berdasarkan peraturan walikota (Perwako) denda bagi pelanggar prokes yakni Rp 50 ribu untuk perorangan. Sementara denda bagi badan atau penyelengara kegiatan senilai Rp 500 ribu.”Perda Prokes ini nantinya akan menyangkut denda bagi pelanggar, kami dari lembaga menginginkan denda itu diberikan seringan mungkin,” ujar Idham yang merupakan Ketua Bamperda ini.

Alasannya kata politisi Partai Hanura ini, masyarakat Kota Prabumulih memiliki ekonomi dan latar belakang yang berbeda. “Penghasilan masyarakat itu tidak sama, begitu juga dari sisi pendidikan, pergaulan tempat tinggal sehingga tertinggal informasi. Sehingga jangan sampai mereka melanggar, diberi sanksi yang berat,” katanya seraya mengungkapkann perda prokes akan merujuk ke Perda Provinsi dan Pusat.

 

Menurut Idham, meski denda ringan namun sosialisasi harus lebih ditingkatkan. Selain itu, dalam penerapan Prokes untuk mencegah penyebaran covid-19 pemerintah harus memberikan contoh kepada masyarakat.

 

“Sosialisasinya yang harus ditingkatkan, sehingga informasi sampai ke masyarakat dan yang lebih penting pemerintah lembaga harus memberi contoh menghadapi pandemi ini. Sehingga jangan sampai aturan berlaku. Tapi pemerintah sendiri abai,” jelasnya.

 

Masih lanjut dia, bila nantinya Perda sudah resmi di sahkan dan berlaku. Penegakan perda prokes tak boleh pandang bulu. “Peraturan tidak bisa pandang bulu, siapa pun yang melanggar kena sanksi,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, anggota Komisi 1 DPRD Kota Prabumulih ini mengungkapkan, selain Raperda prokes. Pihaknya juga membahas raperda peningkatan status BPBD menjadi esselon 2, serta Raperda tentang IMB.

“Untuk target pembahasan Raperda, di bulan Maret sudah kita rampungkan, sesuai rencana awal. Tapi akan kita lihat dulu nanti,” pungkasnya.(08)

Komentar

News Feed