oleh

Deru Apresiasi Kemajuan OKU Timur

MARTAPURA – Pada usia 18 Tahun, Kabupaten OKU Timur (OKUT) yang dikenal dengan julukan Bumi Sebiduk Sehaluan ini kini menjelma menjadi kabupaten yang terus mencapai kemajuan, baik bidang ekonomi, pendidikan, infrastruktur, keamanan maupun kesehatan.

Kondisi ini tentunya, seirama dengan tujuan dibentuknya kabupaten pemekaran oleh pemerintah pusat. Dari perolehan ini, membuat Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru mengapresiasi kemajuan di kabupaten yang pernah dipimpinnya selama dua periode tersebut.

Dimana Gubernur memberikan apresiasi dan pujian atas kepemimpinan Bupati OKU Timur, H Lanosin dan Wabup HM Adi Nugraha Purna Yudha yang telah mampu meneruskan estafet kepemimpin di Bumi Sebiduk Selahaluan tersebut.

“Kepemimpinan Enos-Yudha akan genap satu tahun sebulan ke depan. Dan ternyata banyak kemajuan yang diperoleh. Jangan berhenti berinovasi, bangun sinergitas dengan semua komponen baik unsur muspida, masyarakat dan elemen terkait lainnya,” ujar suami Hj Febrita Lustia ini.

Gubernur Herman Deru yang hadir lansgung dalam Sidang Paripurna Istimewa ke-XVII DPRD Kabupaten OKU Timur dalam rangka Memperingati Hari Jadi ke-18 Kabupaten OKUT di Gedung DPRD OKUT, Senin (17/1) mengingat betapa sulitnya OKUT awal pemekaran saat itu.

“Kita hanya memiliki Rp240 miliar APBD, dari dana tersbeut kita harus membangun. Gaji pegawai pun dari dana tersbeut, tapi alhamdulilah berkat kekompakan seluruh elemen yang ada, kabupten OKUT menjelma menjadi daerah yang maju dan siap bersaing dengan kabupaten ialnnya di Sumsel,” paparnya.

Gubernur Herman Deru dalam sambutannya juga menyampaikan kilas balik perjalan panjang terbentuknya Kabupaten OKU Timur sebagai kabupaten baru yang diawali keinginan dorongan keinginan kuat dari masyarakat. Hal itu lanjutnya tidak lain masyarakat ingin pelayanan yang cepat dari pemerintah. “Berbagai inovasi kita lakukan untuk memberikan layanan terbaik pada masyarakat yang bermukim di daerah terluar perbatasan dengan kabupaten tetangga. Seperti halnya kecamatan Semendawai Timur yang bebatasan dengan Cempaka dan OKI. Mereka ingin membuat KTP. Dari situlah kita buat inovasi palayanan jemput bola dalam hal pembuatan akte kelahiran dan KTP,” paparanya.

Menurut Deru di usia 18 tahun merupakan usia belia bagi sebagai daerah otonomi. Karena itu dia mengajak semua pihak untuk tidak membandingkan dengan daerah lainnya terutama yang ada di pulau jawa yang sudah ada sejak dari dulu pada masa kerajaan. “Kita jangan pernah perbandingkan dengan daerah di jawa. Karena jawa itu sejak zaman Majapahit sudah ada Bupati berarti daerah sudah ada pembangunan,” ucapnya.

Sementara Bupati OKU Timur, H Lanosin menegaskan dalam kurun waktu 18 tahun, daerah yang dipimpinnya itu telah banyak menorehkan prestasi yang ditandai dengan diterimanya penghargaan diberbagai bidang pembangunan. Hal itu lanjut dia tidak terlepas dari peran serta seluruh elemen masyarakat.

“Mari kita pertahankan, bahkan kita tingakatkan lagi kedepan. Momen ini mari jadikan refleksi dan introkpeksi dalam melakukan perbaikan ke masa depan,” ucap Lanosin. Disisi lain Enos mengatakan ,Kabupaten OKU Timur telah melakukan berbagai program yang pro rakyat diantaranya pendirian UPTD Dukcapil, pemberian santunan kematian serta insentif bagi guru agama informal dan penjaga makam, berobat gratis cukup dengan KK/KTP untuk layani kesehatan tingkat pertama. (hms/asa)

Komentar

News Feed