oleh

Berkat Binaan PHR Zona 4, Sulap Ampas Tahu Bernilai Ekonomis

Prabumulihpos.co.id – Selama 24 Tahun memproduksi tahu, Sumiati warga Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan tak pernah tahu bila ampas tahu bisa diolah menjadi makanan

Berkat binaan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, Sumiati bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) MKM dan cempaka kini bisa mengolah ampas menjadi bahan baku olahan kue dan kerupuk.

Olahan makanan yang dibuat dari ampas tahu yakni, kerupuk Oktari (Olahan Kerupuk Ampas dari Majasari), tempe gebus, brownies dan nugget.

Sumiati yang merupakan ketua KWT sekaligus pemilik usaha pabrik tahu mengakui, saat ini ekonomi warga makin terbantu. Padahal sebelumnya, sejumlah pemilik usaha tahu sempat terpuruk dan “nyaris mati” akibat tsunami Pandemi Covid 19.

“Kami pemilik usaha tahu betul-betul berat untuk produksi, kedelai mahal sementara penghasilan lain tidak ada. Alhamdulillah sejak bulan April 2021, kami yang awalnya tidak tahu jadi tahu kalau ampas tahu bisa jadi kerupuk. Kami dibekali pelatihan, kemudian kami terus mengembangkan akhirnya berhasil membuat kerupuk dan olahan lain,” kata Sumiati yang sudah memulai usaha tahu sejak tahun 1997 ini.

Selama ini Sumiati dan lainnya hanya tahu bila ampas tahu hanyalah limbah dan pakan ternak. Untuk harga ampas tahu pun sangatlah tak sebanding, bila dibandingkan dengan harga kerupuk Oktari. “Satu karung ampas tahu itu hanya Rp 15 ribu dan itu isinya 7 kg ampas. Sementara harga kerupuk per kemasan itu 15 ribu yang ukuran sedang,” ujar Sumi-sapaan akrabnya-.

Untuk produksi lanjut Sumi dalam satu bulan 10 kilo pembuatan. “Dengan bahan dasar 7 kg ampas bisa menghasilkan 60 kg kerupuk,” lanjutnya omset saat ini sekitar 4 jutaan per bulan.

Nah, saat ini ungkap Sumi, produksi kerupuk Oktari makin digemari dan banjir pesanan. Apalagi banyak kegiatan-kegiatan seperti pameran. “Terkadang kami kewalahan, sementara warung-warung juga banyak mulai diisi termasuk juga kami ngisi ke toko yang ada di Pertamina,” ungkapnya mengatakan untuk bahan ampas tahu selalu tersedia, namun untuk proses penggorengan terkendala cuaca. “Kalau cuaca tidak bersahabat, tidak bisa goreng harus dijemur beberapa hari,” lanjut ketua RT 3 RW 4 ini.

Neli salah satu anggota KWT menuturkan, sebelum adanya binaan dan pelatihan dari Pertamina tentang pengolahan ampas menjadi makanan ia hanya bercocok tanam. “Kebanyakan di rumah, apalagi kan waktu itu Covid jadi hanya menanam sayur. Terus gabung ke KWT ada kegiatan. Alhamdulillah sejak saat itu ekonomi terbantu,” tuturnya.

Selain memproduksi kerupuk, Neli juga membuat sejumlah olahan makanan seperti brownies dan nugget dari ampas tahu. “Khusus brownies dan nugget itu buat pas ada pesanan saja, tapi kalau kerupuk bersama kelompok selalu produksi karena banyak peminat,” tuturnya mengatakan brownies dijual Rp 5 ribu per cup.

Dalam kesempatan itu, Neli sangat berterima kasih kepada Pertamina yang sudah membantu masyarakat dalam memenuhi ekonomi. “Sangat berterima kasih, karena selama ini ampas tahu yang banyak terbuang jadi peluang usaha bagi kami,” tukasnya.

Pertamina Hulu Rokan Zona 4, juga tak hanya membantu masyarakat dalam mengolah ampas tahu menjadi makanan. Masih dari pabrik tahu, Pertamina Hulu Rokan Zona 4 juga mengedukasi dalam mengolah minyak jelantah dari penggorengan tahu menjadi rupiah. Jelantah yang semula dibuang menjadi limbah diolah menjadi sabun.

Lurah Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan Susi Windasari SKM berharap, upaya PHR Zona 4 yang memberikan pelatihan mengolah ampas menjadi kerupuk dan makanan lainnya dapat menyebar luas tak hanya di KWT MKM dan Cempaka. “Mudah-mudahan KWT lain turut mengembangkan, dan semua pengusaha tahu yang ada di Majasari juga berinovasi mengolah ampas menjadi kerupuk,” harapnya.

Tuti Patmayanti  selaku Head of comrel & CID PHR zona 4, menuturkan binaan yang dilakukan oleh PHR Zona 4 bertujuan untuk memberdayakan masyarakat yang ada diwilayah kerja perusahaan dalam meningkatkan ekonomi keluarga. “Hasilnya Alhamdulillah, untuk ketupuk itu sudah banyak yang memesan. Dengan begitu sekarang ampas tahu sudah menjadi usaha warga untuk membantu ekonomi,” pungkasnya.(08)

Komentar

News Feed