oleh

Bangga jadi Pahlawan Kebersihan

SUDIRMAN – Tak semua orang mau melakoni pekerjaan sebagai pahlawan kebersihan ini, karena yang jadi taruhan adalah mengalahkan rasa gengsi dan harga diri. Betapa tidak menjadi sebagai pahlawan kebersihan yang tugasnya menyapu jalanan, mengumpulkan sampah dan bertanggung jawab atas kebersihan jalur yang ditugaskan oleh atasan.
Nah, hal inilah yang sudah dijalani oleh Risa (20) warga Bakaran Kelurahan Majasari Prabumulih selatan sejak dua tahun terakhir. Meski harus bekerja setiap hari, tanpa hari libur, Namun ibu satu anak ini tetap semangat memungut sekecil apapun sampah yang ditemuinya disepanjang jalan.
Sekarang ia merasa bangga kaeran sudah jarang melihat tumpukan samlah di jalan Jendral Sudirman dalam Kota Prabumulih. “Alhamdulillah sekarang ini kami sudah jarang liat tumpukan sampah yang berserakan di seanjang jalan,karna kami bertugas dibagi selama tiga shif setiap hari. Jadi sampah dak sempat kumpul sudah dibersihan dan sudah langsung diangkut lagi,” tutur wanita berjilbab ini.
Kini menyapu jalan sudah menjadi bagian dari aktivitasna setiap hari, wanita yang mendapatkan tugas di sepanjang jalan Jendral sudirman dari Masjid Agung Nur arafah hingga Gedung Kesenian ini kebagian bertugas pada pukul 10 siang hingga pukul 14.00 wib. Sebagai salah satu titik pantau penilaian adipura tentu jalan utama ini harus terlihat selalu bersih.
“menurut aku selamo dapat gawean ini, Cuma nyapu jalan inilah yang paling nyaman, idak capek nian, gaji lancar. Yang penting dapat penghasilan halal untuk bantu suami,” bebernya sambli sibuk menyapu dedaunan di depan puskesmas Prabumulih barat kemarin (28/3).
Pekerjaan ini bahkan merupakan salah satu jalan yang dilakoni oleh keluarganya, ia bersama ibu dan kakak kandungnya juga berprofesi yang sama. Hal ini membuatnya makin nyaman bekerja karena berada di lingkungan keluarga.
“jadi pahlawan kebersihan tidak se sulit yang dilihat orang lain, kami sangat menikmati pekerjaan ini. Walapun hari libur tetap begawe, jadi kito inila yang harus pacak ngatur waktu. Apilagi cak kami kan di Prabumulih inilah jadi jarang nak kemano-mano,” celetuknya seraya berkat pekerjaan di tingkatkan jika akan dilakukan penilaian piala adipura. (03)

News Feed