oleh

APBD 2022, Hanya Rp 750 Miliaran

PRABUMULIH – Pemerintah kota (Pemkot) telah menyelesaikan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2020 kepada DPRD, untuk segera dibahas nantinya menjadi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2022.

Terungkap prediksi APBD 2022, kembali mengalami defisit. Tidak tanggung-tanggung, kini tersisa Rp 750 miliaran.

Dimintai komentarnya, Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM mengatakan, begitula kondisi keuangan Pemkot di 2022 mendatang.

“Kita prihatin, APBD kita dari Rp 1,2 triliun turun menjadi hingga hanya Rp 750 miliaran. Saya no coment lah, belanja kita saja hanya 40 saja,” ujar Wako dibincangi awak media, usai penyerahan KUA PPAS APBD 2020, Rabu (21/7/2021).

Makanya, ia berupaya meningkatkan dan mengoptimalkan sumber dan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Seperti; tower, ruko, rumah mewah, dan lainnya.

“Juga, melobi Pemerintah Provinsi (Provinsi) dan Pemerintah pusat untuk pembiayaan pembangunan di Prabumulih. Kalau mengandalkan APBD hanya Rp 750 miliar tidak memungkinkan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD, Sutarno SE mengatakan, di tengah kondisi kondisi defisit ini Pemkot mengelola anggaran harus seefisien dan seefektif mungkin.

“Apalagi, defisit anggaran ini dialami seluruh kabupaten/kota akibat dampak Covid-19,” ujarnya.

Memang kata Tarno, penggunaan anggaran juga harus mengedepkan skala prioritas. Dan, Dewan pun mendukung langkah Pemkot mencari sumber dan potensi PAD lainnya. “Termasuk melobi anggaran dari Pemprov dan Pempus demi terlaksananya pembangunan di Kota Nanas ini,” tukasnya.

Terpisah, Wakil Ketua I DPRD, H Ahmad Palo SE mengatakan, defisit anggaran membuat Pemkot harus membangun skala prioritas, khususnya guna mendorong perekonomian masyarakat.

“Peningkatan PAD, hendaknya selektif menyasar golongan menengah atas. Sementara itu, jangan sampai memberatkan masyarakat,” terangnya.

Sambungnya, juga mendorong Pemkot untuk melobi anggaran ke Pemprov dan Pempus, sebagai pembiayaan alternatif di tengah kondisi sulit.

“Karena, KUA PPAS APBD 2022 telah masuk ke DPRD. Artinya, siap untuk dibahas dan segera dilakukan mengingat batas akhirnya 31 Nopember,” jelasnya. (03)

Komentar

News Feed